Yamaha NMax

Penyandang Disabilitas Curhat Tentang Pilkada dan Wisata Alam

  Sabtu, 30 Juni 2018   Husnul Khatimah
Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat saat berfoto bersama para penyandang disabilitas Kota Bogor. (Ist)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Bersama beberapa anggota komunitas difabel Kota Bogor, Ketua Himpunan Disabilitas Indonesia Kota Bogor, Hasan Basri, bersilaturahmi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat di Paseban Surawisesa, Balaikota Bogor, Jumat (29/06/2018).

Dalam silaturahmi tersebut, Hasan Basri menyampaikan banyak hal, beberapa di antaranya adalah mengenai rencana kegiatan wisata alam bagi penyandang disabilitas Kota Bogor.

“Saat bertemu Pak Sekda beberapa hari lalu, kami ceritakan rencana ini dengan dana udunan dari para anggota. Alhamdulillah Pak Sekda merespon dan memberikan bantuan agar kegiatan wisata alam ini terlaksana,” kata Hasan melalui siaran pers yang diterima ayobogor, Sabtu (30/6/2018).

Pada kesempatan tersebut, Hasan juga menyampaikan bahwa para penyandang disabilitas di Kota Bogor sebagian belum sepenuhnya mendapatkan akses di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pilkada Serentak 2018 untuk menyalurkan hak suara atau hak pilihnya. “Semoga pemilihan-pemilihan berikutnya kami diberi akses yang lebih baik,” harap Hasan.

Tidak sampai di situ, Hasan juga meminta agar para tunanetra di Kota Bogor bisa dilibatkan dalam gelaran perayaan yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dia menyebutkan, anggota tunanetra yang aktif di Kota Bogor berjumlah 70 orang.

“Misalnya saja pijat massal. Jangan sampai masyarakat melihat mereka sebagai pengemis. Selain sebagai ajang promosi, kami juga berharap pelibatan kami dalam satu event dapat menghilangkan kesan tunanetra itu pengemis,” ujar Hasan.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengaku merasa beruntung bisa berkomunikasi langsung dengan para penyandang disabilitas. Ke depan, pihaknya menginginkan program Pemkot Bogor mampu menyentuh kepentingan para penyandang disabilitas, salah satunya dari keterampilan memijat yang mereka miliki atau keterampilan lainnya.

“Roda ekonomi mereka dari situ, kenapa tidak Pemkot Bogor memfasilitasinya atau membuatkan tempat bagi mereka untuk bisa memijat. Mungkin kerajinan-kerajinan yang dibuat mereka kita coba fasilitasi dengan Dekranasda sehingga bisa terpromosikan,” tutur Ade.

Sementara keluhan akses yang belum optimal bagi para penyandang disabilitas saat Pilkada Serentak 2018 akan dijadikan Ade sebagai salah satu bahan evaluasi sehingga di pemilihan-pemilihan berikutnya para penyandang disabilitas dapat menyalurkan haknya tanpa hambatan.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar