Yamaha

Pemkot Bogor Akan Buat Games Animasi Permainan Tradisional

  Rabu, 04 April 2018   Husnul Khatimah
Plt Walikota Usmar Hariman didampingi Kepala Disparbud Sahlan Rasyidi. (Husnul Khatimah/ayobogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bogor, Usmar Hariman mengatakan, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan permainan tradisional atau kaulinan urang lembur, pihaknya akan mejadikannya sebagai game animasi.

"Saya sampaikan bahwa kaulinan urang lembur tidak menutup kemungkinan untuk bisa dibuat game animasi-animasi yang menarik. Kalau tidak, anak-anak kita tidak akan ada daya tarik terhadap permainan tradisional itu," ujar Usmar di Balai Kota Bogor, Rabu (4/4/2018).

Menurut Usmar, banyak jenis kaulinan urang lembur yang dapat dijadikan sebagai game animasi dan menarik seperti engrang dan galah. Selain itu, Usmar juga percaya hal itu bisa dilakukan karena saat ini banyak anak bangsa yang bisa menciptakan game animasi.

"Banyak permainan yang bisa dianimasikan dan ahli-ahli animasi sungguh luar biasa di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan nanti dinas mencari orang-orang yang bisa berkreasi membuat game animasi dan itu nanti akan dimasukan ke gadget anak-anak sebagai pilihan permainan. Kalau nanti menarik tentu akan dapat lestari," ucap Usmar.

Diakuinya, inovasi terhadap kaulinan urang lembur harus dilakukan agar tetap lestari. Karena jika tidak, maka warisan leluhur itu akan semakin tergerus oleh permainan modern.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Sahlan Rasyidi mengatakan, pihaknya telah merencanakan pembuatan game animasi permainan tradisional itu hanya saja saat ini belum terwujud.

"Kita punya komunitas yang telah kita minta untuk dibuatkan animasi film wayang golek kemudian permainan urang lembur, awalnya saya minta wayang golek dulu supaya anak-anak senang terhadap kesenian wayang golek tapi belum selesai," kata Sahlan.

Sahlan menuturkan ada beberapa alasan belum terwujudnya game animasi permainan tradisional diantaranya adalah soal anggaran.

"Mereka (komunitas) sebenarnya belum bicara anggaran tapi yang namanya bikin animasi butuh duit gede karena kita perlu anggaran yang besar tapi kita juga akan coba kerjasamakan dengan pihak ketiga untuk anggaran," tutup Sahlan.

 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar