Yamaha

Bappeda Rancang Tujuh Kampung Tematik di Kota Bogor

  Senin, 19 Maret 2018   Husnul Khatimah
Kepala Bappeda Kota Bogor, Anne Dewiana Rulianti. (Husnul Khatimah/ayobandung)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi Penelitian dan Pembangunan Badan Penyelenggara Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Anne Dewiana Rulianti, mengatakan pihaknya saat ini tengah merancang pembangunan tujuh kampung tematik di Kota Bogor.

"2018 kita nyusun rancangan lanskapnya, 2019 kita mulai implementasi pelan-pelan karena dana pemerintah terbatas kita juga dorong CSR masuk. Walaupun rancangan lanskap belum selesai tapi diagram perencanaan lanskap sudah ada," ujar Anne saat ditemui ayobogor di Kelurahan Babakan Pasar, Senin (19/3/2018).

Anne menuturkan untuk membangun kampung tematik itu pihaknya melibatkan partisipasi masyarakat dengan mengadakan lomba rancangan kampung tematik yang sudah dilaksanakan tahun 2017. Dalam lomba ini masyarakat memberikan gambaran rancangan pengembangan kawasan yang mereka inginkan.

"Masyarakat hanya cukup menyusun proposal sederhana terus kemudian gambaran rancangan serta video atau desain mereka mau apa untuk kampungnya minimal satu RW dari masing-masing kelurahan. Nah akhir dari lomba itu lewat tahapan seleksi ada enam pemenang," ujar Anne.

Dari enam pemenang lomba rancangan kampung tematik itu kemudian bertambah menjadi tujuh kampung yakni Pulo Geulis. Hal ini karena Pulo Geulis dinilai sudah sangat siap untuk dikembangkan dan memiliki potensi yang bagus.

"Pulo Geulis diikutkan karena kami melihat bahwa mereka berpotensi untuk dikembangkan karena aparat lurahnya aktif dan masyarakat juga terbuka, sering dikunjungi orang, sering didatangi ahli (untuk dikembangkan) tapi kok gak geulis-geulis, makanya tahun ini dimasukan agar ditata," jelas Anne.

Pulo Geulis sendiri saat ini dirancang menjadi kampung mural dan kuliner. Sedangkan untuk enam wilayah lainnya adalah Mulyaharja yang memiliki rancangan kampung eduwisata organik. Hal ini karena di tempat tersebut terdapat lahan pertanian dan notabene sekarang sering dijadikan tempat pelatihan dan dikunjungi orang-orang yang belajar pertanian organik.

Kemudian Kampung Margajaya memiliki rancangan ekowisata dan bisnis karena disana terdapat tempat pemancingan, perkebunan, pusat pelatihan, sawah dan pusat edukasi.

"Kemudian Katulampa kawasan jawara, jadi kawasan juara wisata berbasis masyarakat," kata Anne.

Selanjutnya Semplak dengan rancangan kampung marawis karena di Semplak ada 12 generasi yang berlatih marawis dan diharapkan setelah digarap akan jadi salah satu destinasi wisata baru di Bogor sebagai kawasan yang betul-betul menggerakkan kesenian budaya masyarakat khususnya marawis.

"Kemudian Kedungwaringin pengembangan kawasan berbasis teknologi kultur jaringan dan Cikaret lebih ke petani inti, mengembangkan ke petani plasma untuk mengembangkan ekonomi masyarakat setempat. Disitu juga ada pusat pelatihan semut kroto," jelas Anne.

Dari tujuh rancangan yang sudah ada itu nantinya Bappeda akan membuat rancangan lanskap dengan melibatkan tenaga ahli untuk menentukan objek apa yang harus dikembangkan untuk menjadi daya tarik wisata.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar