Vespa Gembel Mengelilingi Kantor Polisi
Oleh Hengky Sulaksono, pada Dec 04, 2017 | 15:29 WIB
Vespa Gembel Mengelilingi Kantor Polisi
Sejumlah remaja mengendarai vespa gembelnya mengelilingi lapangan Mapolres Bogor, Senin (4/12). (Dok. Humas Polres Bogor)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Tiga orang remaja yang mengendarai satu unit vespa gembel hasil modifikasi diamankan aparat Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Senin (4/12/2017). Ketiganya sempat terlibat dalam kejar-kejaran dengan anggota kepolisian sebelum akhirnya menghentikan laju kendaraaan mereka di depan kantor polisi.

Vespa gembel ini memiliki empat roda dengan perawakan mirip mobil gokart, tanpa dilengkapi body pelindung alias cuma mengandalkan kerangka. Vespa ini juga cuma memiliki satu tempat duduk, tak dilengkapi lampu, dan berbagai alat keselamatan berkendara standar lain.

Kondisi permesinannya lebih parah. Vespa tak sanggup melaju kencang meskipun gas ditarik sekuat tenaga dan knalpot merongrong bising. Polisi sempat meminta vespa gembel ini berkeliling di sekitar Markas Polres Bogor. Saat pertama kali mesin menyala, vespa ini tak punya cukup tenaga untuk bisa membawa penumpangnya melaju barang sejengkal. Ia mesti didorong kuat-kuat agar bisa berpindah.

Kondisi ketiga remaja yang menjadi pengendara tak kalah nyentrik. Selain belum mandi berhari-hari, alas sandal jepit mereka ludes digunakan sebagai rem kaki penahan laju vespa. Lutut salah seorang di antara mereka memar lantaran sempat terjatuh beberapa waktu sebelum ditangkap polisi.

Berbagai pelanggaran administratif yang diduga dilakukan para pengendara antara lain tak memiliki SIM, STNK, dan TNKB. Kondisi kendaraan juga dikatakan tak laik beroperasi.

Kepala Satlantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi Hasby Ristama mengatakan jika praktik berkendara yang dilakukan ketiga remaja ini membahayakan, baik bagi mereka sendiri, maupun bagi pelintas lainnya di jalan raya.

"Akan menyebabkan kecelakaan yang fatal dan vital kepada si penggunanya maupun orang lain. Apalagi kita bisa lihat kendaraan tersebut tidak memiliki lampu, bahkan pelanggarannya pun sangat fatal sekali," kata Hasby.

Ia mengatakan, para pengendara seperti ini bisa dijerat Pasal 285 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas lantaran tidak memenuhi persyaratan standar kendaraan laik jalan.

"Kita imbau kepada masyarakat juga tidak boleh mengubah bentuk, memodifikasi ataupun kendaraan yang tidak sesuai dengan persyaratan laik jalan dikendarai di jalan umum," kata dia.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox