Jelang Tahun Penghabisan Taman Topi
Oleh Hengky Sulaksono, pada Oct 10, 2017 | 14:26 WIB
Jelang Tahun Penghabisan Taman Topi
Taman Topi Bogor (Hengky/ayobogor)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Siapa tak kenal Taman Topi? Taman yang terletak di jantung Kota Bogor ini merupakan salah satu ikon paling legendaris kebanggaan warga.

Jutaan warga Bogor dan sekitarnya pasti punya kenangan personal di Taman Topi.

Bernama resmi Plaza Kapten Muslihat, Taman Topi persis berada di samping Stasiun Bogor yang saban hari mengantar pulang pergi ribuan penumpang. Karenanya tak ada alasan bagi taman ini untuk tidak dikenal.

Taman Topi memiliki sejarah yang panjang. Konon, taman ini telah dibangun sejak masa pendudukan Belanda, tepatnya bersamaan dengan pembangunan Stasiun Bogor. Kala itu, pemerintah kolonial menamainya dengan Taman Wilhelmina, dan berubah menjadi Taman Kebon Kembang selepas kemerdekaan. Nama Taman Topi baru dikenal belakangan.

Bentuk taman juga kerap mengalami perubahan. Bangunan-bangunan berbentuk topi--dan mirip jamur--ini tidak dibangun sejak awal.

Menurut Humas dan Penanggung Jawab Taman Topi dan Taman Ria PT. Exotica, Basiran, bangunan berbentuk topi ini baru diresmikan tahun 1986. Sebelumnya, lahan Taman Topi digunakan sebagai terminal yang kini berpindah ke Baranangsiang sejak tahun 1984.

Ikon legedaris bagi Kota Hujan ini merupakan aset Pemerintah Kota Bogor. Pemkot Bogor menyerahkan tanggung jawab pengelolaan Taman Topi kepada perusahaan PT. Exotica, dengan masa kontrak 30 tahun. Kontrak yang diteken tahun 1988 ini bakal berakhir 20 Desember 2018.

Kendati baru meneken kerja sama tahun 1988, PT. Exotica juga dilibatkan dalam pembangunan Taman Topi. Bahkan, inisiatif mendirikan bangunan berbentuk topi di eks lahan terminal ini keluar dari gagasan Pimpinan PT. Exotica, Zain Rachman.

Tak hanya Taman Topi, PT. Exotica juga mengambil alih pengelolaan Taman Ria alias Taman Ade Irma Suryani yang telah dibangun sejak 1975. PT. Mulanya, Taman Ria juga tak memiliki apa-apa hingga kemudia PT. Exotica membangun sejumlah wahana permainan sejak tahun 1990-an.

Hingga saat ini, terdapat setidaknya 12 wahana permainan klasik di Taman Ria, termasuk di antaranya ialah kereta kayuh, gajah terbang, helikopter, bombom car, dan komidi putar. Merujuk namanya, Taman Ade Irma Suryani memang lebih ramah bagi bocah-bocah.

Basiran berkisah jika sedari mula fungsi kedua taman ini tak pernah ajeg. Sebelum menjadi terminal, taman yang memeiliki nama resmi Plaza Kapten Muslihat ini berfungsi sebagai taman yang lantas berubah status menjadi terminal sebelum kemudian kembali menjadi taman.

Basiran mengaku tak tahu persis kondisi taman sejak pertama kali dibuat, yang ia tahu, saat itu kondisi taman masih amat sederhana. Yang ia dengar, areal taman hanya berupa alun-alun di ruang terbuka dan belum memiliki bangunan-bangunan pemanis.

"Yang saya dengar dari cerita orang-orang seperti itu," kata Basiran, Selasa (10/10/2017).

Selama dialih kelola PT. Exotica, luas taman juga mengalami perubahan. Luas awal areal taman mencapai kurang lebih 26.000 meter persegi. Namun, luasnya menyempit menjadi 18.155 meter persegi satelah sebagian lahan dibangun Mesjid Agung Bogor tahun 1990-an.

Satu tahun ke depan, Taman Topi tak bakal lagi ada. Pemkot Bogor telah memutuskan tak bakal melanjutkan kerja sama pengelolaan dengan PT. Exotica. Fungsi Taman Topi bakal dialihkan menjadi pusat ritel dan areal parkir baru Stasiun Bogor yang dimiliki PT. KAI.

Pemerintah dan BUMN di bidang transportasi kereta api ini telah bersepakat untuk melakukan penataan ruang Stasiun Bogor yang dinilai semrawut. Beberapa bangunan yang termasuk ke dalam rencana proyek perombakan bakal terimbas, termasuk kedua taman legendaris di jatung Kota Hujan ini.

Selain Taman Topi, bangunan besar lain yang diperkirakan terdampak yakni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Paledang, serta Kantor PLN, serta beberapa bangunan toko pusat perbelanjaan.

Pemkot Bogor juga telah menyediakan lahan kosong sekira dua hektare untuk merelokasi Lapas Paledang agar rencana perombakan berjalan mulus. Pelbagai infrastruktur baru macam lahan parkir, underpass, hingga pusat ritel bakal dibangun.

Basiran mengaku telah mengetahui rencana perombakan tata ruang tersebut. Ia mengaku tak keberatan jika kontrak kerja sama tak diperpanjang. "Mereka kan punya pertimbangan sendiri. Kita juga kan cuma nyewa. Kalau itu bagus untuk Kota Bogor, kita akan mendukung," kata Basiran

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor, Erna Hernawati mengatakan lahan areal Taman Topi direncanakan bakal dialih fungsikan menjadi ruang terbuka. Erna memastikan jika bangunan-bangunan berbentuk topi yang menjadi penanda Taman Topi juga bakal dirobohkan.

"Kalau nanti taman kota aja tidak ada Taman Topi. Jadi satu kesatuan," kata Erna.

Tak berbeda dengan Taman Topi, Taman Ria juga bakal bernasib sama. Erna mengatakan kedua taman tersebut bakal diintegrasikan dengan Masjid Agung Kota Bogor dan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.

"Itu ruang terbuka hijau kita di pusat kota yang sangat potensial. Tapi satu kesatuan dengan Masjid Agung. Sebelum ada kawasan stasiun kereta api pun kita sudah menyatukan. Karena sudah satu kesatuan lahan milik Pemerintah Kota Bogor," katanya.

Ia mengklaim rencana tesebut telah dirancang melalui Dinas Pengawasan Bangunan dan Pemukiman tahun 2009 lalu. Namun rencana ini baru bisa terlaksana pada 2018 mendatang. Saat ini, kata Erna, PT. KAI dan Pemkot Bogor masih mengkaji desain tata ruang baru sesuai daya dukung dan kebutuhan.

"Desainnya seperti apa sekarang sedang dikaji dulu. Di tahun 2009 kita sudah punya perencanaan untuk taman Topi Tapi perlu disesuaikan supaya satu kesatuan," ucap Erna.

Ia menambahkan, kedua belah pihak juga masih menggodok Amdal lingkungan dan lalu lintas terkait perombakan tata ruang ini. Penataan situasi lalu lintas yang semrawut di kawasan sekitaran stasiun jadi pertimbangan utama.

"Kota Bogor enggak bertambah. Luasnya cuma segitu, padatnya sudah segitu  Tinggal mengefisiensikan infrastruktur pola tata ruang, dan bagaimana caranya peningkatan kesejahteraaan akan tercapai di kawasan tersebut," kata dia.

 

Editor : Asep DM
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox