Perupa Bogor Butuh Panggung Ekshibisi
Oleh Hengky Sulaksono, pada Sep 26, 2017 | 15:54 WIB
Perupa Bogor Butuh Panggung Ekshibisi
Pameran "Bogor Artventure #2" di Plaza Jembatan Merah, Bogor. (AyoBogor/Hengky Sulaksono)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Ekshibisi seni rupa adalah medium konvensional yang paling diandalkan perupa dalam memperkenalkan karyanya. Tanpa ekshibisi, eksistensi perupa bakal terasa ganjil, bak prajurit tanpa perang.

Tapi, menggelar arena pameran seni rupa tak semudah yang dibayangkan. Perlu ada rapat demi rapat, pertemuan demi pertemuan, untuk menggodok konsep, menentukan lokasi, menghimpun perupa, dan menyediakan duit yang tak sedikit.

Kondisi ini kerap menjadi pengganjal bagi para perupa yang ingin memamerkan karyanya. Kesibukan beraktivitas di luar seni untuk menghidupi seni, serta durasi berkarya yang tak sebentar, membuat alokasi waktu dan dana kian terbatas.

Persoalan klasik ini terjadi hampir di semua tempat. Tak terkecuali di Bogor. Karenanya, perupa akan sangat bersyukur jika ada pihak yang mau memfasilitasi pameran karya seni rupa hasil pergulatan fisik dan batin seniman.

Seperti yang terjadi di “Bogor Artventure #2” sebagai bentuk kolaborasi Forum Komunikasi Seniman Bogor dengan Pemerintah Kota Bogor. Pameran ini diselenggarakan di Plaza Jembatan Merah, Kota Bogor, 23-30 September.

Pameran ini menampilkan total 120 karya seni rupa berupa lukisan dan pahatan dari 41 perupa se-Bogor Raya. Plus enam karya lukisan digital yang dicetak di atas kain kanvas. “Bogor Artventure #2” bertujuan untuk mengenalkan seniman dan karyanya kepada khalayak.

AYO BACA : Bogor Artventure #2, Panggung Kreasi Perupa Kota Hujan

Ketua FKSB, Masajie berharap keberadaan pameran ini dapat membawa angin segar bagi geliat dunia seni rupa di Kota Hujan. "Keberadaan kita, karya-karya seniman di Bogor belum banyak diketahui masyarakat. Jadi kita sulit memasarkan hasil karya kita,” katanya.

Ia mengatakan, para perupa Bogor butuh panggung lantaran selama ini kerap kesulitan mementaskan hasil karyanya. Tak jarang di antara para seniman ini dipaksa menggelandang mencari panggung memamerkan karyanya di luar kota. Akibatnya, mereka cukup kesulitan memasarkan karya-karyanya.

Konsekuensi lanjutan dari kondisi ini adalah sulitnya mencari kolektor seni yang ingin menampung karya mereka. Jika dibiarkan terlalu lama, bukan tak mungkin para perupa tak sanggup lagi menghidupi karyanya.

Ia menilai langkah Pemkot Bogor mendukung pameran “Bogor Artventure #2” sudah terbilang tepat. Ia berharap kolaborasi antara seniman dan pemerintah ini bisa terus berlanjut. Kolaborasi ini dinilai bisa membantu mempromosikan karya-karya seniman, sementara para seniman bisa terus bergerak secara mandiri mencari cara. “Ini semua untuk memajukan kesenian di Bogor,” katanya.

Gayung bersambut, keinginan perupa untuk memajukan kesenian di Bogor direspon pemerintah. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan seni rupa merupakan salah satu sektor industri kreatif yang punya potensi dikembangkan.

Ia mengatakan, pemerintah sepenuhnya mendukung berbagai pameran seni rupa di Kota Bogor. Ia juga memandang keberadaan Gedung Kemuning Gading sebagai pusat aktivitas seni dan budaya di Kota Bogor belum memadai. Karena itu pemerintah bakal menyediakan galeri seni yang bisa dijadikan tempat para perupa untuk melakukan ekshibisi.

Tempat yang dimaksud Shahlan ialah Gedung DPRD Kota Bogor, yang segera bakal dipindahkan tahun 2018. Gedung bekas anggota dewan ini nantinya bisa digunakan para perupa, maupun seniman lainnya, untuk melakukan berbagai kegiatan. “Mudah-mudahan ini bisa segera terlaksana, sehingga para pelukis dan seniman lainnya semakin semangat dalam berkarya,” kata dia.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox