Kesegaran Hakiki Es Bir Kotjok, Pelipur Dahaga Legendaris 'Sabogoreun'
Oleh Hengky Sulaksono, pada Aug 23, 2017 | 13:25 WIB
Kesegaran Hakiki Es Bir Kotjok, Pelipur Dahaga Legendaris 'Sabogoreun'

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Tak ada lagi pilihan paling bijak selain menyeruput segelas es dingin kala terik matahari menyengat di siang bolong. Apalagi, jika yang diteguk ialah segelas bir dingin, yang tentunya bakal menghadirkan sensasi kesegaran hakiki tiada tara.

Bayangkan saja, satu dua teguk bir dingin mengaliri kerongkongan yang kering kerontang. Barang cair itu akan terasa bak tetesan surgawi yang sanggup melipur dahaga, sekaligus menghadirkan sengatan di ubun-ubun di momen yang sama.

Tapi, tunggu dulu. Tak usah terburu-buru membayangkan yang ditelan ialah bir kalengan. Sensasi yang digambarkan memang identik dengan bir produksi pabrikan. Namun tak eksklusif. Sensasi demikian juga bisa dirasakan saat kita menenggak racikan bir tradisional.

Es Bir Kotjok namanya. Siapa yang tak kenal bir satu ini. Gaungnya sudah kadung kesohor di tanah Pajajaran. Es Bir Kotjok ini ialah racikan jawara yang melegenda sabogoreun.

Konon, es bir ini mula-mula diperkenalkan oleh Abah Acep pada 1965 silam. Tak mengherankan jika merk dagang bir kotjok kesohor ini bernama 'Es Bir Kotjok Abah Acep Since 1965'.

Cucu Abah Acep, Eman Sulaeman, yang sekaligus menjadi penerus bisnis si Abah bercerita tentang asal mula bir legendaris ini. Menurutnya, Abah mulai menjajakan racikannya di sekitaran Gang Aut.

Saat itu, Abah menjajakan minuman ini dengan cara dipanggul berkeliling. Eman yang merupakan generasi ketiga juga sempat menjajakan bir dengan cara yang sama sejak 2002. Hingga akhirnya ia memutuskan menetap di 'pangkalannya' di bilangan Gang Aut sejak 2012.

Dulu, nama yang digunakan bukanlah Bir Kotjok, melainkan Bir Panganten (pengantin). Nama ini muncul lantaran bir buatan Abah saat itu kerap disajikan dalam pesta hajatan warga keturunan Tionghoa.

"Dulu orang Tiongkok nyebutnya bir panganten. Soalnya kalau ada yang hajat suka mesen untuk pesta pernikahan. Kalau resep, mah, dari dulu sampai sekarang sama," kata Eman, saat dijumpai di tempat mangkalnya, Rabu (23/8/1017) siang.

Bahan-bahan dasar Es bir Kotjok, kata Eman, terdiri dari berbagai jenis rempah macam jahe, cengkeh, kayu manis, yang dicampur gula pasir, dan gula aren.

"Dibuatnya dikocok sampai ngabudah seperti bir. Jadi disebutnya Bir Kotjok," kata Eman.

Kendati dilabeli bir, nyatanya minuman ini tak sama sekali memabukkan. Alih-alih demikian, Es Bir Kotjok malah diklaim berkhasiat. Selain jadi pelipur dahaga, kata Eman, racikan tradisional ini disebut-sebut sanggup meregangkan otot-otot di sekujur badan. "Kerasa ke badan lebih segar," katanya.

Es Bir Kotjok memang cocok dinikmati saat cuaca panas menyengat. Bongkahan es batu yang tercampur dalam racikan Abah, amat menggoda untuk diseruput hingga tak tersisa. (Hengky Sulaksono)

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi