Yamaha

Kota Bogor Siap Uji Coba Aplikasi Qlue

  Selasa, 21 November 2017   Hengky Sulaksono
Qlue

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Pemerintah Kota Bogor siap mengujicoba aplikasi Qlue sebagai bentuk pelayanan terhadap publik. Penggunaan aplikasi ini bakal segera diterapkan untuk merespons setiap pengaduan warga.

Dengan menggunakan aplikasi ini, kata Marketing Qlue, Ivan Tigana, masyarakat dapat melaporkan berbagai keluhan dan masalah terkait pelayanan publik macam parkir liar, sampah, jalan rusak dan lain sebagainya.

Berbagai macam pengaduan tersebut akan dikategorikan sesuai dengan jenis persoalan yang diadukan. Aduan tersebut bakal terhubung dengan dinas terkait maupun pihak swasta yang berkpentingan untuk ditindaklanjuti.

"Ini membuat komunikasi antara warga dengan pemerintah pun menjadi lebih cepat dan teratur. Sebab pengaduan masuk ke dalam sistem sehingga pelapor dapat mengetahui status dari laporannya apakah sudah ditindaklanjuti atau belum,” kata Ivan di Balai Kota Bogor, Selasa (21/11/2017).

Qlue sudah digunakan di lima daerah, antara lain Jakarta, Manado, Probolinggo, Cilegon, Pare-Pare. Selain di lima daerah tersebut aplikasi ini juga tengah diujicobakan di Bandung. Walau demikian, aplikasi ini bisa diunduh secara bebas di ponsel pintar via Playstore.

Terhitung sejak tahun lalu, pengaduan dari masyarakat Kota Bogor juga sudah banyak masuk ke platform Qlue. Namun pemerintah belum bisa menindaklanjuti pengaduan tersebut lantaran belum adanya kesepakatan kerja sama.

“Partisipasi dari masyarakat memang diperlukan di Qlue. Kami berharap Kota Bogor bisa jadi kota berikutnya yang bekerja sama. Ditambah pengaduan yang sudah masuk pun bisa menjadi gambaran fokus Pemkot Bogor dalam menyelesaikan masalah,” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan E-Goverment Dinas Komunikasi, Informasi, Statistika dan Persandian Kota Bogor, Oki Tri Fasiasta, mengatakan aplikasi macam ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam melaporkan kondisi Kota Bogor.

Warga Kota Bogor, ujar Oki, bisa melaporkan berbagai masalah terkait lalu lintas, keamanan, fasilitas publik, sampah, atau persoalan vandalisme. Aplikasi ini dinilai bisa membuat masyarakat ikut memiliki dan ambil bagian dari sistem tata kelola kota.

“Tantangannya, pemerintah harus memsosialisasikan Qlue kepada masyarakat agar banyak masyarakat yang menggunakan Qlue dan program pengaduan berbasis smart city menjadi efektif,” kata Oki.

Ia menambahkan, saat ini pihak Qlue akan terlebih dahulu memberikan uji coba aplikasi ini di Pemkot Bogor. Jika Qlue benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat,  Pemkot Bogor bakal melakukan upaya kerja sama.

“Tahun depan tidak bisa karena APBD 2018 sudah ditetapkan jadi saat ini dijajaki dulu baru mungkin di 2019 sudah bisa di running,” kata dia.

Persoalan layanan publik ini memang menjadi salah satu perhatian Pemkot Bogor. Berbagai program diluncurkan untuk menampung semua pengaduan dan aspirasi dari masyarakat, mulai dari call center 112, sms center, dan program lainnya. Pelayanan ini merupakan bentuk inovasi dalam merespons kemajuan teknologi yang makin cepat.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar