Yamaha

Bergerak dan Bersuara Lewat Puisi Bersama Komunitas Perempuan Puisi

  Jumat, 10 Februari 2017   Asri Wuni Wulandari
Perempuan Puisi

Bogor, AyoBogor.com — Kaum hawa tentu punya cerita dan masalahnya sendiri dalam kehidupan sosial masyarakat. Sebutlah mengenai kesetaraan dan keadilan gender yang sedari dulu masih belum 100% tuntas, baik itu di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, terbentuklah sebuah komunitas bernama Perempuan Puisi di Kota Bogor pada September 2016 silam. Mereka yang terlibat dalam pendiriannya adalah Utami Utar, Erha Limanov, Betta Anugrah Setiani, dan Langgeng Prima Anggradinata. Sesuai dengan namanya, Perempuan Puisi merupakan komunitas beranggotakan perempuan yang berdiri dengan landasan nilai seni dan sosial untuk sesama.

Direktur Utama Perempuan Puisi, Betta Anugrah Setiani, mengatakan bahwa melalui pembacaan puisi, mereka berharap dapat turut serta membenahi kondisi sosial masyarakat Indonesia, terutama perempuan. Melalui pembacaan puisi pula, mereka berharap agar puisi dapat semakin diterima dan dinikmati tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga muatan edukasi alternatif.

Mengenai pembawaan nama perempuan pada komunitas serta anggota-anggotanya, Betta berpendapat bahwa perempuan mempunyai sejarah pergerakan yang panjang. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya komunitas dan LSM di Indonesia yang berfokus pada isu mengenai perempuan.

“Berbeda dengan lelaki, jalan perjuangan kaum hawa masih panjang,” tegas Betta.

Selayang pandang, aura atau unsur feminisme nampak pada karakteristik Perempuan Puisi, dan Betta pun tidak menampik hal tersebut.

Dari sekian banyak aliran feminisme, tuturnya, mereka lebih cenderung berkiblat pada feminisme timur. “Jika pernah mendengar atau membaca karya Aquarini Priyatna (dosen sastra Inggris Unpad), dapat dikatakan kami berkiblat pada feminisme beliau,” kata wanita alumni Sastra Indonesia UPI ini.

Betta melanjutkan, rencananya, pada bulan Maret nanti Perempuan Puisi akan bertandang ke Bandung untuk belajar dari Aquarini. “Kami berkeinginan untuk membuka kelas studi gender juga di Bogor,” tuturnya.

Namun begitu, kegiatan yang dilakukan Perempuan Puisi tidak hanya menyentuh problem kaum hawa. Setiap bulannya, kata Betta, Perempuan Puisi selalu ambil bagian dalam acara dan mencoba menyampaikan pesan melalui puisi. Pesan dalam puisinya sendiri bersifat tematik. Pesannya pun akan disesuaikan dengan tema besar yang ada dalam bulan tertentu maupun kejadian sosial yang penting lagi mendesak.

Contohnya, Oktober lalu mereka membicarakan mengenai kemiskinan sebab pada saat itu terdapat Hari Pemberantasan Kemiskinan Internasional, atau saat bulan Desember dimana mereka mengambil tema merahimi bumi sehubungan dengan Hari Ibu.

“Bulan ini temanya adalah Bahasa Ibu,” katanya. Nantinya, para anggota Perempuan Puisi akan membacakan karya puisi memakai bahasa daerah, seperti Jawa, Batak, Sunda, dan Kupang.

Puisi-puisi yang mereka bacakan kebanyakan termasuk pada puisi modern. Namun, Betta tidak menutup kemungkinan bagi anggota Perempuan Puisi untuk menampilkan puisi lama seperti pantun, sonata, ataupun gurindam.

Dengan anggota yang saat ini berjumlah 35 orang, Perempuan Puisi terdiri dari para perempuan lintas profesi. Di antaranya adalah dosen, guru, pebisnis, pramugari, aktivis, politikus, dan yang paling dominan, mahasiswa. “Walapun dari beragam profesi, tetapi kami tersatukan sebagai perempuan-perempuan penyuka, peminat, dan pelestari seni membaca puisi,” sambung Betta.

Untuk bergabung dengan Komunitas ini, Betta mengatakan syaratnya ialah kesediaan untuk belajar bersama dalam membacakan puisi pada pertunjukan yang dijadwalkan secara rutin.

Namun, terlepas dari antusiasme cukup tinggi yang didapat oleh Perempuan Puisi, Betta mengaku berencana untuk membatasi anggota hanya sampai sekitar 50 orang.

“Kalau terlalu banyak pusing juga nantinya,” akunya seraya tertawa.

Problem masyarakat, dan perempuan khususnya, masih akan melalui jalan panjang untuk dapat diselesaikan. Begitu pula dengan pergerakan Perempuan Puisi dan pembacaan puisi mereka, yang dapat dipantau melalui instagram: perempuanpuisi.

(Gisa Vadhika Sacawisastra)

 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar