Yamaha

Faktabahasa Bogor, Komunitas Berbagi Pengetahuan bagi Pencinta Bahasa & Budaya

  Rabu, 08 Februari 2017   Adi Ginanjar Maulana
Logo Faktabahasa Bogor.(Ist)

BOGOR, AYOBOGOR—Tidak terpungkiri lagi bahasa merupakan elemen atau alat penting dalam komunikasi antar-manusia. Dapat dibayangkan bila penutur dan pendengar tidak mengenal bahasa yang digunakan satu sama lain, maka interaksi pun tidak akan berjalan dengan baik dan bahkan runtuh seketika.

 

Menyadari hal tersebut, Komunitas Faktabahasa pun hadir sebagai wadah bagi pemuda dan  pemudi Indonesia dalam mengekspresikan serta mengembangkan kemampuan bahasa dan budaya dunia.

Munculnya Faktabahasa bermula dari gagasan Erlangga Greschinov, sang pendiri yang fasih menggunakan beberapa bahasa asing.

Gagasan tersebut kemudian dimanifestasikan olehnya dengan membuat akun medsos Twitter yang mulai aktif sekitar April 2012.

“Sejak saat itulah, akun @faktabahasa selalu setia memberikan ilmu-lmu seputar bahasa, mulai dari fakta-fakta unik tentang bahasa di dunia serta mempelajari tata atau arti dari suatu bahasa,” kata Ketua Faktabahasa region Bogor Feby Dwi Andrian kepada AyoBogor.com, Rabu (8/2/2017).

Karena bahasa bertalian dengan budaya, maka mereka pun tidak membatasi diri hanya dengan memberi kultwit (kuliah tweet) perihal bahasa, namun juga merambah pada sisi budaya dari berbagai macam negara.

Tidak hanya di dunia maya, Faktabahasa pun bergerak di dunia nyata dengan membentuk komunitas pada Maret 2013. Menurut Andrian, Komunitas Faktabahasa memiliki tujuan agar pecinta bahasa dapat berbagi pengetahuan dengan para anggota lainnya.

Layaknya tercermin pada misi pertama komunitas Faktabahasa sendiri, yakni "Mendirikan klub-klub bahasa dan budaya yang mana sebagai tempat bagi para anggota untuk mengekspresikan kemampuan berbahasa dan berbudaya,” lanjut pria yang menjabat sebagai ketua wilayah Bogor untuk periode 2016-2017 tersebut.

Namun itu saja tidak cukup, tuturnya, karena Faktabahasa juga memiliki misi untuk menjalin kerja sama dengan bermacam pihak serta institusi, contohnya intitut kebudayaan, perusahaan, universitas, dan sekolah dalam mengembangkan aspek bahasa dan budaya.

“Kami juga memiliki misi untuk mengadakan proyek-proyek bahasa dan budaya,” ucapnya.

Masih berdasarkan keterangan Andrian, dengan jumlah anggota yang mencapai sekitar 176 orang, Faktabahasa Bogor rutin menyelenggarakan kegiatan saban pekan yang disebut “Clubbing.”

“Clubbing merupakan kegiatan mingguan komunitas Faktabahasa yang kegiatannya adalah diskusi klub-klub bahasa,” jelasnya.

Untuk saat ini, katanya, mereka biasa meminjam tempat di area kampus pascasarjana IPB dalam menyelenggarakan kegiatannya, seperti selasar, gazebo, atau Taman Koleksi IPB.

Selain aktifitas mingguan tersebut, mereka pun kerap aktif menjadi panitia acara yang berkenaan dengan masalah budaya dan bahasa, juga mengunjungi tempat-tempat yang berbau seni budaya, dan tidak ketinggalan pula pengabdian pada masyarakat.

Setiap tahunnya, Faktabahasa Bogor selalu menyediakan waktu untuk melaksanakan dua program mereka. Yang pertama adalah BATAGOR (Bagi Takjil Faktabahasa Bogor) yang diadakan setiap bulan Ramadhan di sekitar Tugu Kujang.

Berikutnya adalah Mengajar Sosial, dimana para anggota Faktabahasa diarahkan untuk membantu pendidikan di sekolah-sekolah dasar yang jauh dari pusat kota. Namun di sini, mereka tidak hanya mengajar bahasa, tetapi juga mata pelajaran lain seperti IPS, IPA, dan seni musik.

Contohnya, Tahun 2016 mereka melakukan dua kali kerja sama dengan komunitas Pesan-ID serta Komunitas Terminal Hujan untuk Mengajar Sosial.

“Dengan Pesan_ID kami Mengajar Sosial di daerah Bantar Kambing, Kab. Bogor,” ceritanya.

Andrian menuturkan selain di Bogor, komunitas resmi Faktabahasa terdapat di dua belas region lain di Indonesia yaitu, Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bekasi, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, dan Malang. (Gisa Vadhika Sacawisastra)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar