Yamaha

Karya Lukis Bernilai Tinggi dari Bahan Pelepah Pisang

  Selasa, 07 Februari 2017   Andres Fatubun
Lukisan dari pelepah pisang karya Kadir Fallaq. Facebook

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Pelepah pisang mungkin tidak memiliki banyak manfaat bagi kebanyakan orang. Namun lain halnya bagi Kadir Fallaq (45). Ditangannya, ia mampu menciptakan karya lukis dari limbah yang satu itu.

“Lukisan semacam ini lebih mengarah kepada seni rupa daripada kerajinan,” paparnya kepada AyoBogor, Senin (6/2/2017).

Kadir mengatakan karyanya memiliki karakteristik serupa dengan lukisan biasa, dimana dia berkreasi menciptakan objek lukisan di atas kanvas. Perbedaannya terletak pada media yang digunakan untuk membuat objek lukisannya.

Kadir tidak memanfaatkan pensil, cat, atau kuas, melainkan murni menggunakan pelepah pisang. “Untuk warna, saya memanfaatkan warna alam yang terdapat pada daun kering, tanpa ada manipulasi lagi,” sambungnya.

Alasannya menggunakan pelepah pisang karena limbah tersebut memiliki corak yang lebih beragam dibanding jenis daun lainnya.

Melalui bengkel kerja miliknya, yaitu Kalakay atau daun Kering dalam Bahasa Sunda, Kadir menerima beragam jenis pesanan lukisan. Di antaranya yakni lukisan bergambar pemandangan, tokoh terkemuka, hewan seperti burung, harimau, ikan, dan bahkan kaligrafi.

Pemesan pun dapat meminta lukisan dalam berbagai ukuran, contohnya dari mulai ukuran A3 hingga 1,5 meter.

Namun, jangan mengira membuat lukisan berbahan pelepah pisang ini semudah membalikkan telapak tangan.

“Untuk objek lukisan seperti pemandangan, pelepah yang sudah dipotong bisa langsung ditempelkan di kanvas,” jelasnya. Tetapi bila objek lukisannya memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, seperti wajah tokoh contohnya, dia mesti membuat sketsa terlebih dahulu sebelum mengutak-atik pelepah pisang.

Kendala lainnya terletak pada bahan itu sendiri. Kadir mengakui bahwa pelepah pisang untuk bagian tertentu cenderung sulit didapat.

Dari pengalamannya selama ini, pelepah pisang warna tertentu bisa didapatkan di Bogor. Tetapi tidak untuk pelepah pisang berwarna hitam arang.

“Untuk mendapatkannya, biasanya saya mesti ke Pangalengan, Kabupaten Bandung,” aku Kadir.

Contoh lainnya adalah warna putih, yang terhitung jarang dari segi jumlah. Selain itu, katanya, cuaca yang terlalu lembab pun dapat merubah warna pelepah pisang. Oleh karena itu, dalam pembuatan lukisan dia harus mempersiapkan bahan pelepah pisang yang memadai.

Proses pembuatannya sendiri memakan waktu bervariasi, antara satu hari hingga tiga bulan, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. “Malah ada satu lukisan harimau yang memakan waktu lebih dari setahun, dan sampai kini belum rampung,” katanya. 

Dalam proses pengerjaannya, Kadir hanya seorang diri. Menurutnya, berbeda dengan kerajinan, untuk mewariskan ilmu pembuatan lukisan tersebut bukan perkara mudah, sebab membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat membuat karya seni bernilai tinggi tersebut.

Seperti hasil karya seni lainnya yang hand made, karya Kadir bernilai tinggi. Lukisannya dihargai antara Rp2 juta hingga Rp15 juta. Bahkan ada harga lukisannya yang mencapai Rp15 juta.

Tetapi jumlah harga itu bukan tanpa alasan. Dia bertutur bahwa lukisan-lukisannya tidak diproduksi secara massal, melainkan pesanan.

“Jika seseorang membeli lukisan yang dibuat secara banyak, maka harganya bisa murah. Tetapi jika hanya dibuat satu, tentu harganya tinggi," lanjutnya.

Bagi yang penasaran, lukisan-lukisan karya Kadir dapat dilihat di laman Facebook-nya, Kalakay, serta instagram kadir_fallaq. (Gisa Vadhika Sacawisastra)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar