Yamaha

Saung Jurasep, Tempat Berkumpulnya Pemilik Nama Asep di Bogor Raya

  Jumat, 27 Januari 2017   Adi Ginanjar Maulana
Saung Jurasep.(Gisa/AyoBogor)

BOGOR, AYOBOGOR.COM—Terdapat satu tempat unik yang terletak di Ciomas Kabupaten Bogor. Tempatnya sendiri berbentuk layaknya tempat makan biasa, di mana berbagai pilihan makanan dan minuman tersedia bagi setiap pelanggan yang datang.

Namun, dua hal yang memberikan keunikan tersendiri bagi tempat tersebut. Satu yang pertama adalah nama tempatnya, yakni Saung Jurasep.

Saat ditemui AyoBogor di Saung Jurasep, Jumat (27/1/2017), Asep Saepudin sang pemilik tempat mengatakan bahwa meskipun terdengar berlebihan, namun nama Jurasep sendiri memiliki kepanjangan “Juragan Asep”.  “Saya ambil nama itu supaya terdengar lebih familiar saja,” katanya.

Jangan terkecoh dengan penampakan logo Saung Jurasep yang terlihat identik dengan poster film Jurassic Park, karena Asep mengaku tempat miliknya itu tidak memiliki hubungan apa pun dengan film arahan Steven Spielberg tersebut.

“Film itu hanya inspirasi, kebanyakan orang pasti sudah mengenal apa itu Jurassic Park, bukan?” sambungnya.

Keunikan yang kedua ialah tempat itu merupakan lokasi titik berkumpul bagi pemilik nama Asep yang tersebar di seluruh Bogor Raya.

Bagi yang belum tahu, di Indonesia ini ada suatu perkumpulan gerakan sosial yang seluruh anggotanya bernama Asep, yaitu Paguyuban Asep Dunia, yang dicetuskan oleh orang Bogor, Asep Iwan Gunawan, dengan cara membentuk grup di laman media sosial Facebook “How Many Asep There Are in Facebook?” pada tahun 2008.

Gayung pun bersambut, pada tahun 2010 Paguyuban Asep Dunia didirikan oleh Asep Iwan Gunawan, Asep Kambali, Asep Bambang Fauzi, Asep RS, dan Asep Dudi di Jakarta, dan kini Dewan Perwakilan Wilayah PAD tidak hanya tersebar di Pulau Jawa, tetapi telah merambah ke beberapa daerah Sumatra, Bali, hingga Maluku.

Berdasarkan data di laman situsnya, Paguyuban Asep Dunia memiliki jumlah anggota sebanyak 1.675 orang, dan untuk Paguyuban Asep Dunia tingkat Bogor Raya sendiri, Asep Saepudin adalah ketuanya.

“Perkumpulan kami ini didasari oleh niatan silaturahmi antar pemilik nama Asep, sehingga kami berpikir mengapa tidak mencari Asep-Asep lain di sekitaran Bogor?” Setelah Paguyuban Asep Dunia tingkat Bogor Raya terbentuk, kemudian secara kebetulan Saung Jurasep terpilih sebagai tempat berkumpulnya para Asep.

“Acara berkumpul skala besarnya sendiri sering kami adakan pada akhir pekan, dengan pengecualian jika ada pembahasan penting, maka kami akan berkumpul pada tengah pekan,” lanjut pria yang akrab disapa Asep Serdadu ini. Namun ada saja Asep-Asep yang berkunjung ke tempatnya saban hari.

Menurut perkiraannya, di seluruh Bogor Raya mungkin terdapat sekitar 40.000 lebih orang yang bernama Asep. “Hitung-hitungan kasarnya, jika di satu kecamatan ada  900 nama Asep, lalu dikalikan 46, hasilnya ada di sekitaran angka tersebut.”

Meskipun begitu, di Bogor Raya baru sekitar lebih dari 100 Asep yang teregistrasi di PAD. Asep Saepudin mengatakan bahwa nama Asep sendiri tidak hanya milik orang Jawa Barat. Di daerah lain seperti Jateng misalnya, tercatat warganya yang mempunyai nama Asep Sugiarto.
Dia menyebut Paguyuban Asep Dunia ini bahkan terdapat di luar negeri, contohnya Brunei, Mesir, dan Arab Saudi.

“Walaupun nama Asep dikatakan berasal dari kata kasep (tampan), tetapi ada juga anak yang lahir di bulan September yang diberi nama itu, atau kemungkinan lainnya, orangtua anak tersebut memang menggemari nama Asep,” guraunya.

Paguyuban Asep Dunia tidak hanya mengandalkan nama serta keunikannya saja, sebab berdasarkan keterangan Asep Saepudin, perkumpulannya berfokus pada aktivitas sosial.

Contohnya, katanya, PAD tingkat Bogor Raya sekarang tengah menjajaki nota kesepahaman atau MoU dengan Rumah Sakit Dompet Dhuafa untuk melaksanakan operasi katarak gratis, di mana nantinya para Asep akan mencari pasien yang membutuhkan.

Bidang kebudayaan pun tidak lupa untuk dirambah. Asep Saepudin menuturkan mereka pernah diundang Tenaga Kerja Indonesia untuk melakukan pentas budaya di Johor, Malaysia pada saat Mayday. Bentuk pentasnya sendiri adalah kesenian jawa barat, seperti pentas wayang golek yang diiringi kecapi.

“Terkadang kami juga membahas rencana pengembangan usaha milik para Asep,” paparnya. Untuk ke depannya, para Asep di Bogor Raya ingin merintis usaha milik bersama dengan semboyannya: “Ti Asep, Ku Asep, Keur Indonesia.”

“Kami ingin memberikan sesuatu yang berguna lagi bermanfaat, baik itu untuk Asep yang lain maupun untuk Indonesia itu sendiri,” tegasnya. (Gisa Vadhika Sacawisastra)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar