Yamaha

Kampung Horta Berikan Edukasi bagi Anak-anak

  Senin, 23 Januari 2017   Adi Ginanjar Maulana
Salah satu kegiatan edukasi di Kampung Horta.(kampunghorta.com)

BOGOR, AYOBOGOR.COM—Tempatnya memang terletak di sudut, di mana pengunjung mesti memasuki gang untuk menemukannya. Namun setelah melawati gang, pengunjung langsung disambut oleh hamparan sawah milik penduduk kampung yang berada di kedua sisi, serta saung besar di tengah-tengahnya.

Terdapat juga tulisan besar yang tertera di sebuah bangunan sebagai penanda bahwa pengunjung telah memasuki kawasan Kampung Horta.

“Kampung Horta adalah tempat wisata dan edukasi anak sekaligus usaha milik perkampungan,” tutur Agustiawan (27) salah satu pengurus Kampung Horta. “Di tempat ini anak-anak dapat belajar bagaimana cara membuat boneka horta dan bentuk kerajinan lainnya.”

Nama Horta sendiri, katanya, diambil dari usaha yang telah lama digeluti penduduk Kampung Selahuni, yakni membuat boneka horta.

Agus menjelaskan boneka horta merupakan produk yang terbuat dari serbuk kayu dan bisa tumbuh rumput. Berdasarkan keterangan Agus, warga kampung tersebut memang sudah membuat boneka horta sejak 2004 silam, sebelum produk itu ramai diperbincangkan dua tahun berselang.

“Awalnya usaha boneka horta warga berbentuk industri rumahan,” katanya. Para penduduk pun sering dipanggil ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan kerajinan kepada para siswa. Pada 2012, barulah Kampung Horta didirikan.

Situasi berbalik, kini anak-anak sekolahan yang mendatangi tempat yang dikelola oleh warga Kampung Salahoni itu. Hampir 100% penduduk kampung yang terdiri dari sekitar 40 kartu keluarga turut terlibat dalam kegiatan.

“Anak-anak sekolahan di sini jangan diartikan sebagai bocah sekolah dasar, karena kami menerima dari mulai siswa taman kanak-kanak hingga mahasiswa perguruan tinggi.”

Para peserta pelatihan akan ditempatkan di saung-saung, sebelum berlanjut pada teori dan praktik tentang pembuatan kerajinan seperti boneka horta.

Selain boneka horta, ada juga pelatihan lain yang disediakan di Kampung Horta di antaranya membatik, membuat terarium (tanaman kaktus yang ditanam di gelas), telur asin, layang-layang, kue tradisional, melukis caping, menyablon, kelas daur ulang kertas, kerajinan tanah liat, biopori dan pengomposan, pengenalan ekosistem sawah, serta masih banyak lainnya. “Seluruhnya ada 18 kelas pelatihan,” paparnya.

Tidak hanya untuk anak sekolah, Kampung Horta pun terbuka bagi umum, meskipun ada batas minimal pendaftaran peserta, yakni 20 orang.   

Untuk mendaftar kelas pelatihan di Kampung Horta, peserta wajib mendaftar dan memesan tempat dari sebulan sebelumnya, kemudian mengkonfirmasi seminggu dan sehari sebelum jadwal yang telah ditentukan.

Kampung Horta sendiri beralamat di Kampung Selahuni RT/RW 3/6, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Gisa Vadhika Sacawisastra)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar