Yamaha

Selama 2016, BPSK Bogor Terima Puluhan Aduan

  Jumat, 30 Desember 2016   Adi Ginanjar Maulana

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bogor, Jawa Barat meneriman 36 laporan konsumen terkait jual beli sepanjang tahun 2016, meningkat dari tahun sebelumnya.

"Kesadaran masyarakat akan haknya sebagai konsumen mulai tumbuh, tahun lalu laporan yang kami terima 30 pengaduan, tahun ini meningkat ada 36 pengaduan," kata Mangahit Sinaga, anggota BPSK Kota Bogor, Jumat.

Ia menjelaskan dari 36 pengaduan tersebut, yang menonjol dari perumahan. Banyak konsumen yang komplain dan meminta pengembalian uang, serta membatalkan jual beli.

Menurutnya kondisi tersebut terjadi disebabkan banyak faktor di antaranya pihak pengembang membangun tidak sesuai spek, perubahan arah pembangunan, merubah fasilitas, perombakan fasilitas tidak sesuai perkembangan Kota Bogor.

"Penyelesaian kasus ada yang arbitrase dan mediasi. Kalau arbitrase ada putusan," katanya.

Kasus lainnya yang menonjol terkait perusahaan pembiayaan sewa-beli (leasing) kendaraan bermotor. Konsumen banyak melapor karena "leasing" yang menarik motor terkait terlambat bayar angsuran.

"Tahun depan, pengaduan dari leasing akan berkurang, justru yang akan menonjol dari perumahan. Karena ada peraturan menteri yang mengharuskan uang muka 30 persen," katanya.

Sinaga mengatakan BPSK merupakan badan yang dibentuk untuk menyelesaikan sengketa jual beli antara konsumen dan prosedur.

Kehadirannya sebagai pelindung hak para konsumen dalam mendapatkan barang atau jasa yang dibelinya.

Menurut dia kesadaran masyarakat sebagai konsumen cerdas telah meningkat, dilihat dari jumlah kasus yang dilaporkan pada tahun 2014 sebanyak 15 kasus, meningkat pada 2015 menjadi 17 kasus.

Dalam menyelesaikan kasus sengketa, BPSk melakukan langkah-langkah mediasi, konsiliasi, dan penyidangan dengan tipe arbitrase. Sengketa yang diselesaikan melalui BPSK lewat pengadilan BPSK bersifat cepat, murah dan final.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar