Yamaha

Anggaran Riset di Indonesia Perlu Ditambah

  Kamis, 22 Desember 2016   Adi Ginanjar Maulana
Logo Kemenristekdikti.(Wikipedia)

DEPOK, AYOBOGOR.COM--Pemerintah pusat menyatakan anggaran riset perlu ditambah mengingat di Indonesia masih jauh minim dibandingkan negara lain.

"Anggaran riset secara nasional baru mencapai 0,2 persen dari PDB atau sekitar Rp16 triliun," kata Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Dimyati di kapus UI, Kamis (22/12/2016).

Anggaran riset secara nasional dihitung berdasarkan alokasi dana yang dikeluarkan seluruh institusi, industri, dan masyarakat.

Menurut dia anggaran riset ini masih kalah jauh dengan negara di asia lainnya sebut saja Korea Selatan yang sudah mencapai 4,2 persen, Tiongkok sudah lebih dari 2, Singapura mencapai 2,1 persen dan Malaysia sudah mencapai 1 persen.

"Idealnya Indonesia sudah mencapai 2 persen," jelasnya.

Ia mengatakan negara-negara maju banyak menghabiskan dananya bagi kepentingan riset untuk kepentingan kemajuan negaranya.

"Mereka berpandangan riset itu adalah nilai investasi bukan belanja alokasi anggaran," jelasnya.

Untuk itu katanya perlu memandang riset sebagai investasi yang akan berkembang untuk produk teknologi dan industri, alokasi anggaran semestinya lebih ditingkatkan.

Dikatakannya pemerintah mendorong institusi-institusi riset bisa bekerja lebih baik dan juga melakukan perbaikan regulasi yang penting guna mendorong riset berkembang adalah Peraturan Menteri Keuangan No 106 tahun 2016 dan Undang-Undang No 13 tahun 2016 tentang paten.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar