Yamaha

Nikmati Keindahan Alam Pulau Bunaken di Manado

  Rabu, 21 Desember 2016   Adi Ginanjar Maulana
Suasana Pulau Bunaken.(Danny/Ayobandung)

BANDUNG, AYOBOGOR.COM--Pulau Bunaken di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara masih menjadi primadona bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menjelang akhir tahun ini, pastinya para wisatawan sudah merogoh kocek kemampuan finansial untuk melakukan perjalanan. Tidak ada salahnya, Pulau Bunaken menjadi salah satu tujuan bagi mereka yang akan merayakan Tahun Baru di kawasan tersebut.

Perjalanan ke Pulau Bunaken apabila dari Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta) terlebih dulu ditempuh dengan pesawat sekitar 3 jam perjalanan ke Kota Manado (Bandara Sam Ratulangi). Setelah itu, perjalanan ditempuh melalui darat selama 30 menit ke Jalan Boulevard Manado.

Terakhir, wisatawan harus naik speed boat atau perahu motor yang disediakan beberapa perusahaan travel di kawasan Jalan Boulevard. Sebelum ke Pulau Bunaken, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam di lautan sekitar 1 jam perjalanan.

Pulau Bunaken menawarkan berbagai paket menarik mulai dari snorkling, diving, hingga bermalam di pesisir pulau tersebut.

Saat berkunjung ke Pulau Bunaken akhir pekan lalu, keadaan pesisir pantai sangat kotor dengan sampah yang berserakan. Hal tersebut akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis (15/12/2016) mengakibatkan sampah dari Kota Manado terbuang ke pulau tersebut.

Akan tetapi, bagi wisatawan domestik maupun mancanegara tidak perlu khawatir karena keberadaan sampah tersebut langsung dibersihkan oleh warga setempat.

Di samping Pulau Bunaken, wisatawan yang berkunjung ke Kota Manado bisa singgah ke Kota Tomohon--terkenal dengan daerah bunga--. Di kota tersebut, terdapat Danau Linouw yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Manado.

Di sana, wisatawan akan disuguhkan dengan keindahan alam berupa danau serta hutan yang cukup asri diselimuti kabut dan angin segar.

Setelah menikmati keindahan alam, wisatawan bisa langsung berkunjung ke Pasar Beriman. Di pasar tradisional tersebut, dijajakan makanan yang cukup ekstrem mulai dari tikus, anjing, kalong (kelelawar), babi, ular, serta yang lainnya.

Bagi wisatawan yang tidak biasa dengan makanan ekstrem tersebut tidak menjadi masalah. Pada dasarnya, pasar tersebut memang dibuat untuk memikat wisata untuk berkunjung.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar