Yamaha

BPN Cianjur Keluarkan Ribuan Sertifikat Tanah

  Selasa, 20 Desember 2016   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi Sertifikat.(Antara)

CIANJUR, AYOBOGOR.COM--Selama satu tahun terakhir, Badan Pertanahan Nasional Agraria Tata Ruang (BPN/ATR) Cianjur, Jabar, keluarkan ribuan sertifikat atas 2700 bidang tanah di empat kecamatan dalam program redistribusi.

Namun sebagian besar petani yang sudah menerima sertifikat langsung menjual lahannya, ungkap Kepala Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan BPN Cianjur, Slamet Sriyono di Cianjur, Senin.

Dia menjelaskan, wilayah Cianjur selatan yang mendapatkan redistribusi bidang tanah seperti Kecamatan Cidaun, Naringgul dan Cibinong.

Dimana luas lahan bersertifikat yang diterima petani bervariasi di bawah 1 hektare, dengan redistribusi meningkat dari tahun lalu 2000 bidang tanah."Jarak tempuh dan akses yang buruk menjadi kendala untuk melakukan pendataan, sehingga baru sebagian kawasan Cianjur selatan yang mendapatkan sertifikat lahan," katanya.

Dia menuturkan, realisasi sertifikasi tanah saat ini mencapai target dan telah sesuai dengan kuota APBN, dimana Kecamatan Cibinong 395 bidang tanah, Pacet sebanyak 536 bidang tanah, Naringgul sebanyak 723 bidang tanah dan Cidaun sebanyak 1046 bidang tanah.

"Keseluruhan bidang tanah tersebut merupakan tanah negara bebas yang digarap secara turun temurun. Warga sudah menggarap lahan tersebut dari generasi ke generasi, sehingga diusulkan, sesuai lahan yang ada di desa dengan alokasi pusat. Sehingga dipilih empat kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang minim pembuatan sertifikat dari petani," katanya.

Pihaknya mencatat di keempat wilayah itu, masih banyak tanah negara yang sudah digarap sejak lama, sehingga melalui Program Reforma Agraria, diharapkan sertifikat yang diberikan dapat menjadi salah satu bukti kepemilikan yang dapat mendorong kinerja petani.

Meskipun masih banyak petani yang menyalahgunakan sertifikat yang telah diperoleh dengan berupaya menjualnya, meskipun sesuai ketentuan sertifikat tersebut tidak boleh diperjualbelikan atau dialihkan selama 10 tahun, kecuali untuk diwariskan.

"BPN tidak memberikan izin balik nama pada pemilik sertifikat tersebut, namun kenyataanya sering terjadi, petani menjual lahannya. Sehingga banyak berkas yang masuk ke BPN, ditolak dan mengembalikan berkas pada yang berhak dan diberikan araha perihal larangan menjual lahan sebellum 10 tahun," katanya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar