Yamaha

Cara Tingkatkan Kepercayaan Diri pada Anak

  Senin, 05 Desember 2016   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi anak. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM--Kepercayaan diri adalah salah satu hadiah terindah yang bisa diberikan orangtua kepada buah hati.

Psikolog Carl Pickhardt, yang menulis 15 buku tentang pengasuhan anak, mengatakan bahwa anak yang kurang percaya diri akan enggan mencoba hal baru atau menantang karena takut gagal atau mengecewakan orang lain. Itu bisa berdampak buruk pada kehidupan mereka di masa mendatang dan menghalangi mereka meraih kesuksesan karir.

"Musuh kepercayaan diri adalah rasa takut," katanya. Jadi, orangtua punya tugas mendorong dan mendukung anak saat mencoba mengerjakan tugas sulit.

Berikut 17 kiat untuk menumbuhkan percaya diri anak yang dirangkum laman Independent:

1. Hargai usaha mereka, menang atau kalah

Saat beranjak dewasa, perjalanan lebih penting dari tujuan. Jadi meski anakmu gagal mencetak gol saat bertanding sepakbola, hargai usaha mereka. Anak tidak boleh merasa malu karena berusaha.

2. Dorong anak untuk mengembangkan minat

Orangtua sebaiknya mendorong anak melatih apa pun minat mereka, tapi jangan sampai jadi terkesan memaksa. Harmony Shu, pianis berbakat, mengatakan pada Ellen DeGeneres bahwa dia mulai berlatih saat berusia tiga tahun.

"Latihan adalah investasi usaha dalam ekspektasi kepercayaan diri yang akan diikuti perbaikan," Pickhardt menjelaskan.

3. Biarkan anak mencari solusi sendiri

Jika orangtua terlalu memanjakan anak, kemampuan dan kepercayaan diri anak untuk menyelesaikan masalah sendiri tidak akan berkembang. Singkatnya, lebih baik anak hanya dapat nilai 80 ketimbang 100 asal mereka benar-benar melakukannya dan mencari jawabannya sendiri.

4. Biarkan anak bertingkah seperti anak-anak

Jangan mengharapkan anak berperilaku seperti orang dewasa. "Saat anak merasa usahanya tidak memuaskan orangtua, standar tidak realistis itu dapat mengempiskan semangat," kata Pickhardt.

"Berusaha mencapai harapan di atas standar usianya dapat mengurangi kepercayaan diri."

5. Dorong anak untuk puaskan rasa ingin tahu

Kadang-kadang rentetan pertanyaan yang diajukan anak membuat orangtua letih menjawabnya, tapi ini tidak boleh dihentikan.

Paul Harris dari Universitas Harvard mengatakan pada The Guardian bahwa bertanya adalah latihan untuk perkembangan anak karena itu artinya mereka menyadari "ada hal yang mereka tidak tahu.. ada dunia pengetahuan yang belum pernah mereka lihat."

Ketika anak mulai sekolah, mereka yang dibesarkan dengan rasa ingin tahu bisa belajar lebih baik dan cepat.

6. Beri anak tantangan baru

Tunjukkan pada anak mereka bisa mencapai tujuan kecil untuk pencapaian lebih besar, seperti naik sepeda tanpa roda tambahan.

"Orangtua bisa menumbuhkan kepercayaan diri dengan meningkatkan tanggung jawab yang dibebankan pada anak," jelas Pichkardt.

7. Hindari jalan pintas atau membuat pengecualian

Perlakuan khusus bisa menciptakan kurangnya kepercayaan diri.

8. Jangan pernah kritik usaha mereka

Tidak ada yang bisa membuat semangat anak melempem lebih dari mengkritik usaha mereka. Memberi saran boleh saja, tapi jangan katakan pekerjaan mereka buruk. Bila anak takut gagal karena khawatir mengecewakan orangtua, mereka tidak akan mencoba hal baru.

9. Anggap kesalahan sebagai pelajaran

"Belajar dari kesalahan membangun kepercayaan diri," kata Pickhardt.

Namun ini hanya akan terjadi saat orangtua menganggap kesalahan sebagai kesempatan belajar dan berkembang. Jangan terlalu melindungi anak. Biarkan mereka membuat kesalahan, lalu bantu mereka mengerti bagaimana melakukannya lebih baik di masa mendatang.

Pickhardt mengatakan orangtua harus memanfaatkan momen "aduh" sebagai kesempatan mengajari anak agar tidak takut gagal.

10. Buka pintu menuju pengalaman baru

Orangtua punya tanggung jawab "meningkatkan pengalaman anak sehingga mereka bisa membangun kepercayaan diri di dunia yang lebih besar". Mengenalkan anak pada hal baru mengajari mereka bahwa tak peduli seberapa menyeramkan suatu hal baru, mereka bisa menaklukkannya.

11. Ajari mereka apa yang bisa kau lakukan

Orangtua adalah pahlawan bagi anak. Ajari itu untuk mengajarkan apa yang orangtua tahu, tentang bagaimana cara berpikir, berperilaku dan bicara. Jadilah suri tauladan. Pickhardt mengatakan melihat orangtuanya sukses dapat membantu anak merasa percaya diri bahwa mereka bisa meniru jejaknya.

12. Jangan biarkan anak mengetahui kekhawatiran orangtua

Kekhawatiran orangtua bisa membuat anak tidak percaya diri.

13. Puji anak ketika bertemu kesulitan

Hidup itu tidak adil dan berat. Anak akan menyadarinya pada suatu waktu. Ketika mereka mengalami kesulitan, orangtua harus mengajari bagaimana bertahan dan menjadi lebih tangguh. Penting juga mengingatkan anak bahwa jalan menuju kesuksesan penuh semak belukar.

14. Tawarkan bantuan dan dukungan secukupnya

Terlalu banyak memberi bantuan bisa mengurangi kemampuan anak menyelesaikan masalah sendiri.

15. Hargai keberanian mereka mencoba hal baru

Puji anak bila mereka mau mencoba sesuatu yang baru, sesederhana mengucap "Kamu hebat deh mau mencoba ini!"

"Kenyamanan datang dari sesuatu yang rasanya tak asing, keberanian diperlukan untuk mencoba hal baru dan berbeda," katanya.

16. Batasi Internet

Jangan biarkan anak bersembunyi di balik layar komputer. Dorong mereka untuk bersosialisasi dengan orang sesungguhnya di dunia nyata.

"Kepercayaan diri di dunia virtual (meski penting) tidak sama dengan dunia nyata," katanya.

17. Jadilah orangtua yang bisa diandalkan, tidak terlalu kaku

Saat orangtua terlalu kaku dan otoriter, kepercayaan anak untuk punya inisiatif dapat berkurang.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar